Obsesi Seorang Sustakawan
May 26, 2008
Melihat realita dunia kepustakawanan ini membuatku, sebagai seorang pustakawan, ingin merubah image yang ada. Selama ini perpustakaan dipandang hanya sebagai pengelola koleksi yang kebanyakan berupa buku. Anehnya, citra tersebut seakan-akan telah dinikmati oleh pustakawan.
Jika ingin tetap eksis dalam era global, citra tersebut harus dirubah. Perpustakaan yang dulunya hanya berisi koleksi buku sekarang harrus mulai mampui menjadi pusat informasi melalui penyediaan data berupa artikel, laporan penelitian, statistik, dan lain-lain. Jika tidak demikian, perpustakaan akan semakin ditinggalkan oleh penggunanya karena mereka lebih memilih pusat pengolah data/informasi yang mulai bermunculan.
Memaknai Hari Kebangkitan Nasional
May 20, 2008
Hari ini seluruh Indonesia sedang memperingati hari kebangkitan nasional. Peringatan tersebut digunakan untuk memperingati munculnya perjuangan indonesia yang telah mulai sadar akan kesatuan. Ditandai dengan munculnya Budi Oetomo, Bangsa Indonesia saat itu mulai sadar bahwa perjuangan kemerdekaan tidaklah akan berhasil jika dilandasi oleh asas kesukuan.
Namun sekarang nassionalisme itu telah mulai terkikis. Bangsa kita telah mulai memikirkan pribadi masing-masing. Mereka tidak lagi memikirkan warga sesamanya, lebih mementingkan kesejahteraan diri sendiri. Bahkan, untuk mencapai keinginannya itu, mereka rela menginjak dan menindas bangsanya sendiri.
Sungguh Memalukan. Mari, sebagai generasi penerus bangsa, jangan hannya mengenangn kebangkitan saja. Mari kita berbuat nyata untuk kebangkitan INDONESIA. Bangkitlah INDONESIAku. Aku ada Untukmu.
Ketika Buku pun Dikorupsi
May 18, 2008
Melihat Kasus Korupsi di Indonesia yang semakinparah sunguh memprihatinkan. Apa sebab? Segala sesuatu, tanpa terkecuali, seakan-akan harus dikorupsi. Meihat hal itu, ketika penulis mampir ke tempat seorang aktivis sebuah LSM di Indonesia, penulis sempat tersenyum melihat sebuah poster yang bertuliskan bahwa lebih dari 50% dana pembangunan di Indonesia telah dikorupsi. Sampai segitukah?
Muncul suatu kehawatiran, ketika muncul kasus terbaru mengenai korupsi di perpustakaan Madiun, apakah nantinya anak cucu kita akan belajar dari mental korupsi para pendahulunya? Apakah perlu kasus-kasus korupsi semacam itu nantinya masuk ke dalam kurikulum khususnya pelajaran sejarah bangsa? Sungguh memalukan jika itu harus terjadi.
Pernah suatu ketika seorang teman memberikan joke dalam pembicaraan mengenai korupsi. Dia Mengatakan:” Makanya, Korupsilah sebelum kehabisan apa yang bisa dikorupsi” Memang pernyataan itu hanyalah sebuah guyonan saja. Namun ironisnya, guyonan tersebut malah dijadikan penyemangat bagi para koruptor untuk menjalankan aksinya.
Kasus korupsi sebenarnya tidak hanya terjadi ketika seorang koruptor mengambil uang yang seharusnya untuk masyarakat. Namun, kegiatan menginvestasikan uang rakyat, meskipun uang rakyat tersebut nantinya akan diberikan secara utuh, juga dapat disebut korupsi. hanya saja kegiatan tersebut berada dalam kategori korupsi yang “halal”.
Entah sampai kapan predikat indonesia sebagai negara koruptor bisa terhapus. Bahkan dalam benak penulis muncul suatu statemen bahwa sebenarnya yang miskin bukanlah rakyat kecil. Justru kemiskinan tersebut berada pada daerah para koruptor. Kenapa demikian, karena menurut penulis kategori miskin melekat ketika seseorang merasa apa yang ia miliki masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Hal itu terbukti dengan adanya usaha dari para koruptor untuk terus menerus memakan uang rakyat karena mereka masih merasa apa yang dimiliki masih belum cukup. Jangan-jangan benar apa yang dikatakan oleh seorang pembicara ketika penulis berada dalam suatu pertemuan yang membahas mengenai penghematan listrik. Pembicara tersebut mengatakan bahwa Indonesia tak lagi kaya. Menurut hemat penulis kekayaan Indonesia yang dimaksud telah habis terkikis oleh manusia-manusia serakah yang tak akan pernah merasa kenyang.
Akhirnya satu kalimat yang ingin penulis ungkapkan “MARI BERANTAS KORUPSI”
Leaving On A Jet Plane by: Chantal Kreviazuk
May 18, 2008
Leaving On A Jet Plane
Chantal Kreviazuk
All my bags are packed, I’m ready to go
I’m standing here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye
But the dawn is breakin’, it’s early morn,
The taxi’s waitin’, he’s blowin’ his horn
Already I’m so lonesome I could die
So kiss me and smile for me
Tell me that you’ll wait for me
Hold me like you’ll never let me go
Cause I’m leaving on a jet plane
Don’t know when I’ll be back again
Oh babe, I hate to go
There’s so many times I’ve let you down
So many times I’ve played around
I tell you now, they don’t mean a thing
Every place I go I’ll think of you
Every song I sing I’ll sing for you
When I come back I’ll bring your wedding ring
So kiss me and smile for me
Tell me that you’ll wait for me
Hold me like you’ll never let me go
Cause I’m leaving on a jet plane
Don’t know when I’ll be back again
Oh babe, I hate to go
Now the time has come to leave you
One more time, let me kiss you
Then close your eyes and I’ll be on my way
Dream about the days to come
When I won’t have to leave alone
About the times that I won’t have to say
So kiss me and smile for me
Tell me that you’ll wait for me
Hold me like you’ll never let me go
Cause I’m leaving on a jet plane
Don’t know when I’ll be back again
Oh babe, I hate to go
Lagu di atas ngena banget ama masa laluku. masa lalu yang tak pernah bisa aku lupain sampe sekarang.
where are u? can i found you and make a sweet memory again? i want u know if i really miss you. thanks God, My tourniquite, for your chance. I will be greatfull if You let me meet him again.
Satu Lagi berita Duka
May 17, 2008
Akibat kurangnya perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan, artis termasuk politisi Sophan Sophian meninggal dunia saat melakukan perjalanan moge bertema ‘jalur kebangkitan’ (17/05/08). hal inin merupakan peringatan bagi pemerintah bahwa selain pembangunan sektor formal, pembangunan sektor informal juga perlu diperhatikan.
Menurut pengamatan penulis, jalan raya sepanjang sragen-ngawi memang rusak parah. Penulis pernah melakukan perjalanan dari Yoyakarta menuju Ngawi menggunakan sepeda motor pada malam hari. Buruknya kondisi jalan ditambah dengan tidak adanya penerangan jalan membuat penulis harus ekstra hati-hati, meskipun penulis telah beberapa kalil melewati jalan tersebut. Tidak dapat penulis bayangkan jika yang melewati daerah itu adalah mereka yang masih belum mengenal medan.
Sekali lagi pada pihak-pihak terkait, apakah Anda-anda semua ingin menambah angka kecelakaan di daerah itu? Percuma jika di pinggir-pinggir jalan banyak terdapat papan peringatan jika kondisi jlaan tidak diperbaiki sehingga seakan-akan papan tersebut akan menjadi ‘HANYA”.
Information Literacy di Tengah Kenaikan BBM
May 17, 2008
Di tengah maraknya isu kenaikan BBM, muncul suatu kebingungan baru di kalangan pustakawan mengenai bagaimana cara memberrikan pelayanan secara optimal kepada penggunanya.
Sebagaimana telah diketahui bahwa kenaikan BBM akan memicu kenaikan barang-barang yang lain tanpa terkecuali. Ketua IKAPI mengatakan bahwa sebagai dampak kenaikan BBM, harga buu di pasaran diperkirakan ikut naik sampai 30%. Sebagaimana dikutip dari salah satu media televisi swasta indonesia, dia mengatakan bahwa mahalnya harga buku tersebut selain dikarenakan sebagai dampak dari kenaikan BBM juga dikarenakan mahalnya beban pajak yang ditanggung penerbit.
Sungguh suatu berita yang bertolak belakang ketika kita ketahui bahwa beberapa waktu lalu pemerintah mencoba mengadakan gebrakan di bidang perbukuan yang diantaranya adalah pembelian hak cipta untuk beberapa buku oleh pemerintah dan disahkannya UU tentang Perpustakaan. Gebrakan tersebut tak lain hanya ditujukan untuk meningkatkan daya baca masyarakat. Namun gebrakan tersebut seakan sia-sia jika diikuti oleh kenaikan berbagai barang. Bagaimana masyarakat akan mampu meningkatkan daya bacanya, yang termasuk dalam kebutuhan tersier, jika mereka masih belum mampu untuk mengurus kebutuhan perutnya.
Hal ini menjadikan suatu polemik tersendiri bagi pustakawan ketika mereka harus melayani pengguna yang ‘kelaparan’ akan informasi tapi ‘miskin’ biaya. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN?
Indonesiaku malang, Indonesiaku sayang
May 17, 2008
melihat fakta yang ada, aku jadi miriss melihat berbagai kehidupan yang ada.
benar ketika suatu saat saya mengunjungi pameran lukisan. Di situ terdapat sebuah lukisan yang begambar bendera merah putih terkoyak dengan wajah rakyat yang sedang bersedih. Akankah hal itu benar-benar kenyataan. Naudzubillah.
Mensiasati Pemotongan Anggaran
May 17, 2008
Pada Awal April lalu, sebagaimana diberitakan di berbagai media, pemerintah melakukan pemotongan anggaran sebesar 10% untuk seluruh bidang, termasuk pendidikan. Hal ini tentu berdampak juga pada anggaran operasional perpustakaan, khususnya perpustakaan yang berada di bawah lembaga pendidikan.
Menyikapi hal tersebut, sebagai lembaga non-profit, perpustakaan harus dapat mencari sumber dana alternatif agar dapat tetap eksis dalam melayani pengguna. Dalam hal ini, khusus untuk perpustakaan sekolah, sumber dana alternatif yang dimaksud adalah dari dana komite. Agar dapat ‘merayu’ dewan komite, perpustakaan terlebih dahulu harus dapat meyakinkan bahwa keberadaan perpustakaan sangat diperlukan dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Perpustakaan sekolah tidak hanya menunggu buku-buku paket dari pemerintah saja, tetapi juga harus mencari buku-buku lain yang dibutuhkan dalam mendukung proses pembelajaran. Keberadaan buku-buku pengembang minat baca juga diperlukan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan terlebih dahulu dilakukan melalui peningkatan minat baca siswa dan penyediaan buku-buku yang bermutu.
Lebih jauh lagi, umumnya perpustakaan perguruan tinggi, pihak pengelola dapat bekerja sama dengan lembaga lain dalam jual beli informasi. Dalam hal ini, perpustakaan dapat mengolah informasi mentah menjadi informasi yang telah siap digunakan dalam pengambilan keputusan manajemen. Untuk itu diperlukan bagian olah data yang bertugas untuk menganalisis data yang dibutuhkan oleh lembaga klien. Meskipun perpustakaan merupakan lembaga nonprofit, namun perpustakaan diperbolehkan untuk menarik sejumlah biaya bagi pengguna non anggota. Dengan demikian, diharapkan pemotongan anggaran yang ada tidak berpengaruh pada proses pengembangan perpustakaan yang ada.
perkenalan
May 17, 2008
ketika suatu hari aku melihat teman-teman berlomba-lomba bertukar informasi lewat blog, aku jadi tertarik. akhirnya dengan semangat nyoba nyoba + sedikit rasa penasaran jadilah halaman yang ada di hadapan anda