Adakah para pembaca budiman yang mengenal nama Borges? Seorang pustakawan sekaligus penulis asal Argentina? Kalau masih belum kenal, saya tambah lagi, siapa yang pernah denger cerpen berjudul Babel Library? Kalau tidak salah cerpen ini telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan pernah diterbitkan ke dalam sebuah kumpulan tulisan oleh salah satu penerbit kenamaan di Yogyakarta. Salah satu bagian dari cerpen itu menggambarkan bagaimana sebuah perpustakaan dalam bayangan penulis.
Saya tidak akan menjelaskan bagaimana isi dari cerpen itu, silahkan baca sendiri cerpennya (googling aja dengan kata kunci babel library atau library universe, pasti ketemu teks nya). Saya hanya ingin mengajak para pembaca budiman untuk melihat perpustakaan dari sisi yang mungkin sedikit berbeda.
Ya, saya ingin mengajak pembaca budiman untuk merenungkan bahwa perpustakaan merupakan sebuah karya seni. Bagaimana tidak, coba kita renungkan bersama.
Pertama, dari segi bangunan. Bangunan perpustakaan tidak hanya semata dipandang sebagai sebuah tumpukan batu bata saja. Bagaimanapun juga, bangunan peprustakaan pastilah mengandung unsur-unsur keindahan. Kenapa, karna salah satu tujuan bangunan perpustakaan adalah kenyamanan, baik pemustaka maupun pustakawan. Karenanya, bangunan perpustakaan dirancang dengan ‘rasa’ dan jiwa agar mampu menyatu dengan rasa dan jiwa penghuninya.
Kedua, dari segi pengolahan koleksi. Bagi yang pernah terjun ke perpustakaan pasti tahu bagaimana alur pengolahan koleksi. Seluruhnya memiliki nilai estetika yang tinggi. Hal ini dikarenakan pengolahan tidak hanya bertujuan untuk mudah ditemukan kembali oleh pemustaka, tetapi jug membuat pemustaka tertarik untuk menggunakannya. Bayangkan saja, dari hal sepele seperti proses inventarisasi. Jika proses ini tidak disertai dengan jiwa seni, maka bisa dipastikan tampilan kode inventaris, akan membuat pemustakaa enggan menyentuh koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan.
Terakhir, dari segi pelayanan. Senyum seorang pustakawan adalah keindahan. Sapa ramah seorang pustakawan adalah kenikmatan. Pelayanan seorang pustakawan adalah kenyamanan.
Jadi, terlalu berlebihankah jika saya menyebut bahwa perpustakaan adalah sebuah karya seni?